Tampilkan postingan dengan label Parenting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Parenting. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Agustus 2019

inilah 9 Manfaat Menghabiskan Waktu Bersama Anak (Serta Tipsnya)

Orang tua yang sibuk bekerja hingga larut malam seringkali tidak memiliki waktu untuk anak.

Apalagi jika dua-duanya bekerja, membuat anak tidak dekat dengan kedua orang tuanya.

 Orang tua yang sibuk bekerja hingga larut malam seringkali tidak memiliki waktu untuk ana 9 Manfaat Menghabiskan Waktu Bersama Anak (Serta Tipsnya)
Keluarga | Photo credit: Shutterstock.com | By Monkey Business Images

Bekerja tentu hal yang wajib, tapi bukan berarti dari pagi sampai malam hanya untuk bekerja.

Menghabiskan waktu bersama anak sangat penting untuk tumbuh kembangnya, selain itu hubungan orang tua dan anak semakin erat.

Jikapun sangat sibuk maka harus pintar-pintar membagi waktu antara pekerjaan dan anak.

Berikut manfaat menghabiskan waktu bersama anak:

1. Ikatan Orangtua-Anak Semakin Kuat

Eratnya hubungan orang tua dan anak sangatlah penting. Anak-anak muda yang terjatuh ke dalam pergaulan yang salah/buruk umumnya akibat renggangnya hubungan di dalam keluarga.

Menyediakan waktu berkumpul sesama anggota keluarga harus dilakukan, tidak dapat tidak.

Jika anak tidak mau dinasehati atau diberikan masukan, itu mungkin karena si anak selama ini merasa tidak dekat dengan orang tuanya sendiri.

2. Anak Terhindar dari Pergaulan Buruk

Masih berkaitan dengan poin no.1, dekatnya hubungan orang tua dan anak, membuat anak lebih dapat terhindar dari salah jalan (pergaulan yang buruk).

Saat waktu bersama-sama anak, maka orang tua bisa memberikan pemahaman tentang hal-hal yang baik dan buruk.

Jika hubungan orang tua dan anak dekat, maka anak akan lebih mudah untuk diberikan masukan.


3. Membuat Hati Tentram

Saat Anda bekerja di kantor seringkali mengalami tugas menumpuk, rekan kerja yang menjengkelkan, hingga atasan yang galak.

Menghabiskan waktu bersama anak membuat hati menjadi tentram. Betapa bahagianya saat memeluk anak-anak.

Tingkah polos anak yang manja dan selalu ingin disayangi, dapat menentramkan hati yang sedang gundah oleh tekanan pekerjaan.

4. Meningkatkan Akademik Anak

Waktu bersama bisa diisi dengan membimbing pelajaran akademik anak. Bantu anak dalam menyelesaikan tugas sekolahnya, jika anak kesulitan jangan dicueki.

Selain itu, minta anak bercerita tentang hal-hal apa saja yang terjadi di sekolah. Biarkan anak curhat panjang lebar mengenai pengalamannya di sekolah hari ini.

5. Keluarga Harmonis

Untuk membentuk keluarga yang harmonis, maka hanya bisa diperoleh jika orang tua menyediakan quality time untuk anak-anaknya.

Jika bekerja berangkat sebelum subuh lalu pulang jam 9 malam, mana waktu untuk anak-anak?

Berkumpul sesama anggota keluarga akan membuat suasana menjadi hangat dan dekat. Anda akan mendapatkan keluarga yang harmonis.

6. Meningkatkan Kecerdasan Emosional Anak

Anak menjadikan orang tuanya sebagai panutan. Kedekatan anak dengan orang tua dapat meningkatkan kecerdasan emosional anak.

Anak akan meniru cara bersikap orang tuanya. Selain itu, berada di sisi orangtuanya membuat anak merasa disayangi.

Adapun kekerasan para remaja disebabkan emosi yang tidak terkontrol dengan baik, serta kurangnya perhatian dan kasih sayang.

Peran orang tua sangat penting dalam membentuk karakter anak. Anak akan belajar dari orangtuanya tentang:
  • Cara mengelola emosi diri sendiri.
  • Cara mengungkapkan perasaan.
  • Cara bernegosiasi dengan pihak lain (berdiskusi).
  • Berlatih untuk mengenali perasaan orang lain.
  • Berlatih untuk menenangkan diri sendiri.

loading...

7. Anak Lebih Percaya Diri

Sering beraktivitas bersama orang tua menjadikan anak merasa dihargai. Ini sangat penting agar anak mempunyai pandangan yang lebih positif dan punya kepercayaan diri.

Membangun kepercayaan diri anak sangat penting untuk pergaulannya dan juga sebagai modal berkompetisi di masa depan.

8. Membentuk Perilaku Positif Anak

Banyak pakar pendidikan anak yang menjelaskan bahwa anak-anak yang menghabiskan banyak waktu bersama orang tua dapat lebih terhindari dari aktivitas negatif.

Sebuah penelitian di tahun 2008, menemukan bahwa para remaja yang makan malam bersama keluarga secara rutin (lima kali atau lebih dalam seminggu) memiliki kasus lebih sedikit dari kenakalan remaja dan penyalahgunaan zat terlarang, dibandingkan yang tidak.

9. Manfaat Lainnya

Bermain adalah hal yang sangat disukai anak-anak, terutama lagi bermain dengan orang terdekat.

Pikiran anak menjadi lebih rileks saat bermain, anak juga mengeksplor berbagai hal yang disukainya.

Orangtua hendaknya menyiapkan permainan seru bersama anak. Jika anak merasa orangtua selalu ada untuknya, anak pun akan menaruh kepercayaan tinggi pada orangtuanya. Hal ini membuat anak mudah untuk menerima masukan orangtuanya.

Jika anak susah dibilangin, itu artinya selama ini anak kurang dekat dengan orangtuanya, anak tidak lagi menaruh kepercayaan tinggi pada orangtuanya.

Para ahli juga menyarankan agar setidaknya sebulan sekali orang tua menghabiskan waktu bersama anak dengan pergi ke alam terbuka. Bermain di alam membuat anak menjadi tidak mudah marah/emosi.

Udara di alam sangat menyegarkan. Adapun jika anak terlalu sering di dalam ruangan menyebabkan anak mudah emosi, hal ini juga berlaku pada orang dewasa.

Berada di alam membuat pikiran rileks dan tenang. Nantinya waktu yang dihabiskan bersama keluarga akan menjadi kebahagiaan tersendiri yang terus dikenang anak.

Penutup

Beberapa kegiatan yang bisa dilakukan bersama anak yaitu:
  • Bercanda atau bercengkrama.
  • Bertukar cerita.
  • Bermain ke taman.
  • Olahraga bersama.
  • Memasak bersama.
  • Mengerjakan tugas akademik sekolah (PR).
  • Melakukan pekerjaan rumah seperti menyapu, mengepel, merapihkan kamar tidur, mencuci baju, menyiram tanaman, dll.
  • Membaca buku bersama, misalnya bergiliran membaca buku dengan suara keras, antara orang tua dan anak.
  • Melakukan permainan seperti kejar-kejaran, petak umpet, olahraga bulu tangkis, bermain congklak, dll.
  • Travelschooling, yaitu bepergian ke mana saja, misalnya belanja ke pasar tradisional, pergi ke kebun binatang, museum, perpustakaan, jalan-jalan mencoba beberapa moda transportasi umum, silaturahim ke rumah kerabat, dll.

10 Penyebab Anak Susah Tidur Malam (Cara Mengatasinya)

Anak-anak sangat membutuhkan waktu tidur yang cukup untuk tumbuh kembangnya.

Peran orang tua sangat penting untuk memperhatikan dan menjaga kualitas tidur anak.

anak sangat membutuhkan waktu tidur yang cukup untuk tumbuh kembangnya 10 Penyebab Anak Susah Tidur Malam (Cara Mengatasinya)
Anak Tidur | Photo credit: Shutterstock.com / By Romrodphoto

Tidur berkualitas sangat penting untuk pertumbuhan anak, khususnya pertumbuhan otak anak agar kecerdasan dan daya ingat-nya optimal.

Dengan begitu, gangguan tidur anak merupakan masalah yang besar, jadi jangan diremehkan.

Berikut beberapa penyebab anak susah tidur malam:

1. Gelisah
Rasa gelisah anak bisa muncul akibat gangguan fisik maupun pikiran. Gangguan fisik misalnya sakit demam, badan terasa gerah, dll.

Gangguan pikiran misalnya tidak mengerti cara menjawab PR yang diberikan sekolah, sehingga anak merasa khawatir terhadap hari esoknya di sekolah.

2. Lapar
Kondisi lapar pastinya membuat anak rewel dan susah tidur malam.

3. Kekeyangan
Terlalu kenyang juga membuat anak tidak mau tidur. Oleh karena itu, hindari jadwal makan malam yang terlalu dekat dengan jam tidur anak.

4. Terlalu capek
Terlalu berlebihan lari-larian pada malam hari sehingga membuat anak capek dan berkeringat. Hal ini nantinya membuat anak susah tidur malam.

5. Main gadget
Melihat layar gadget, smartphone, televisi atau semacamnya pada malam hari, sedikit-banyak akan menyebabkan sulit tidur.

6. Anak takut kegelapan dan takut terpisah dari orangtuanya.


7. Faktor stres dan kecemasan.

8. Anak kurang mendapatkan aktivitas fisik (misalnya bermain di taman).

9. Gangguan sleep apnea
Ini merupakan gangguan pernapasan yang disebabkan oleh sesuatu yang mengganjal atau menghambat saluran pernapasan.

10. Gangguan ritme tidur sirkadian
Misalnya anak terbiasa tidur lama di siang hari, sehingga saat malam hari susah tidur.

Cara Mengatasi Anak Susah Tidur

Jika anak susah tidur malam karena cemas atau gelisah...
Cara mengatasinya yaitu ajak bicara anak mengenai ketakutannya atau apa yang membuatnya gelisah.

Lalu yakinkan anak bahwa Anda selalu ada untuknya, berikan pelukan agar anak merasa nyaman dan rasa gelisahnya berkurang.

Jika anak susah tidur malam karena terlalu lelah...
Cara mengatasinya dengan mengatur rutinitas anak. Aturlah waktu anak dalam bermain, makan, tidur siang sejenak, dll.

Pastikan aktivitas fisik anak dan istirahatnya seimbang, sehingga anak terhindar dari terlalu capek.

Jika anak susah tidur karena stres...
Stres dapat meningkatkan hormon kortisol dalam tubuh, sehingga membuat anak tidak bisa tidur.

Untuk mengatasinya, sebelum tidur ajak anak berdiskusi atau bercerita sehingga dapat meredakan rasa stresnya.

Jika anak susah tidur malam karena ketakutan...
Cara mengatasinya yaitu hindari anak menonton film-film seram/menakutkan. Lalu tumbuhkan rasa keberanian pada diri anak.

loading...

Jika anak susah tidur karena masalah ritme tidur sirkadian...
Ritme sirkadian mengatur kapan tubuh membutuhkan tidur dan kapan harus bangun. Jika anak susah tidur di malam hari tapi justru mengantuk saat pagi dan siang hari, berarti ada gangguan pada ritme sirkadian-nya.

Cara mengatasinya, secara bertahap/perlahan sesuaikan kembali jam biologis anak hingga akhirnya normal.

Jika anak sering mengantuk pada pagi hari, maka perlahan-lahan ajak anak keluar rumah agar mendapatkan paparan sinar matahari pagi yang sehat.

Sediakan aktivitas pagi yang menyenangkan untuk anak, sehingga anak terhindar dari tidur terlalu lama di pagi hari.

Saat memasuki waktu malam dan waktunya untuk tidur, Anda bisa mematikan lampu kamar dan menyingkirkan pancaran cahaya biru (yang berasal dari layar smartphone, tablet, laptop, dll).

Lampu dan pancaran cahaya biru menghambat produksi hormon melatonin (yaitu hormon yang memunculkan rasa kantuk).

Hal Lainnya yang Penting Diketahui

Menonton TV atau bermain games menjelang tidur malam membuat anak susah tidur.

Jikapun anak ingin bermain games atau gadget, lakukan jangan menjelang waktu tidur malam.

Ajak anak ke taman, hindari seharian anak hanya di depan TV atau layar gadget.

Berikan anak aktivitas fisik, para ahli menjelaskan bahwa aktivitas olahraga membantu anak agar tidur nyenyak.

Usahakan anak aktif bergerak, tapi jangan sampai anak terlalu capek. Pada malam hari, kurangi aktivitas fisik anak.

Kurang olahraga atau mager (malas gerak) menjadi penyebab anak susah tidur.

Jika anak bangun di tengah malam, hindari mengajaknya berbicara, Anda hanya perlu menenangkan-nya dan dibujuk untuk tidur kembali.

Jangan menganggap sepele masalah susah tidur anak. Susah tidur akan menyebabkan anak mengalami:
  • Gangguan perkembangan kecerdasan.
  • Penurunan tingkat konsentrasi.
  • Penurunan kemampuan memori (daya ingat).
  • Gangguan fungsi kognitif.

Anak-anak yang mengalami gangguan tidur menyebabkan perkembangan otaknya tidak optimal, sehingga intelektualitas-nya cenderung rendah.

Tidur juga sangat penting untuk kesehatan anak, termasuk memperkuat sistem kekebalan tubuh anak.

Penyebab Utama Anak Berbohong (Serta Cara Mengatasinya)

Anak bisa sangat lihai berbohong, terutama jika anak memiliki orang tua yang juga hobi berbohong.

Anak akan meniru, jika Ibu dan Ayahnya dilihatnya sering berbohong, maka cepat atau lambat anak akan menirunya.

 terutama jika anak memiliki orang tua yang juga hobi berbohong Penyebab Utama Anak Berbohong (Serta Cara Mengatasinya)
Anak | Photo credit: Shutterstock.com | By carballo

Anak-anak berbohong biasanya karena melakukan suatu kesalahan lalu ingin menghindar dari tanggung jawab.

Anak khawatir jika dirinya jujur maka akan dimarahi oleh orang tuanya.

Sejumlah penelitian menemukan bahwa anak cenderung berbohong karena sangat takut dengan orangtuanya yang terlalu keras dalam merespon.

Anak berhobong juga karena ingin terlihat keren. Sering anak membuat cerita bohong yang intinya bahwa dirinya hebat.

Berbohong-nya anak ini karena rasa tidak percaya diri, sehingga dirinya mengarang cerita untuk membuat orang lain terkesan.

Jika anak sering berbohong agar terlihat baik di depan orang lain, ini mungkin akibat kesalahan orang tua yang kurang perhatian pada anaknya.

Bantulah anak agar bisa terhubung dan bergaul dengan orang lain tanpa harus berbohong. Tumbuhkan rasa kepercayaan diri anak.

Jika anak berusaha keras maka pujilah usahanya sehingga anak akan mengenali nilai kerja kerasnya. Sebagian orang tua yang bodoh justru terfokus pada hasil.

Kebiasaan berbohong anak harus diatasi, karena dapat menjadi kebiasaan buruk yang merugikan.


Mencegah dan Mengatasi Anak Berbohong
Terapkan sikap kejujuran sebagai prioritas di rumah Anda, khususnya untuk orang tua karena anak akan meniru orang tuanya.

Jika orang tua suka berbohong maka anak akan menirunya. Anak merupakan peniru yang ulung.

Dorong anak untuk mengatakan apa adanya. Disisi lain, jadilah Anda sebagai orang tua yang bijak.

Hindari suka membentak anak jika anak melakukan kesalahan, lebih baik memberikan hukuman yang mendidik.

Jelaskan kepada anak tentang alasan kenapa dia dihukum sehingga anak mengetahui kesalahan yang diperbuatnya. Lalu beri kesempatan anak berbicara, dengarkan penjelasan anak.

Hukuman harus bernilai positif dan mendidik. Hindari melakukan kekerasan fisik. Hukuman mendidik bisa berupa:
  • Berdiri menghadap tembok selama 30 menit.
  • Tidak boleh bermain gadget dalam waktu tertentu.
  • Pengurangan uang jajan.
  • Membersihkan rumah dan halaman.

Jelaskan alasan mengapa anak dihukum, jelaskan dengan penuh cinta dan kasih sayang.

Jika anak telah menjalani hukuman dengan baik, jangan ragu untuk memuji komitmennya dalam menjalani hukuman. Berikan anak reward karena telah bersikap baik dan koperatif.

Menanggapi dengan bijak pada kesalahan anak, membuat anak lebih mudah mengakui kesalahannya (sehingga tidak perlu berbohong).

Jika anak berbohong karena faktor tidak percaya diri, maka bimbinglah anak dalam mengatasi kesulitan yang dihadapinya.

Berikan hadiah dan support jika anak bersikap jujur dan berani menghadapi kesulitan/permasalahan.

Selain itu, beritahu anak bahwa kejujuran adalah hal yang sangat berharga, khususnya kejujuran pada orang tua.

Jika anak berani mengakui kesalahan yang dilakukannya, maka pujilah anak karena sudah bersikap jujur  dan pemberani.

Hindari memojokkan anak untuk mengakui kebohongannya (memaksa anak). Lebih baik gunakan cara pendekatan persuasif dengan bersahabat sehingga anak merasa nyaman dan mau berkata jujur.

Jangan emosional jika anak berbohong, jangan sampai orang tua mengeluarkan kata-kata kasar. Bersikap lembut membuat anak akan terbuka pada orang tuanya.

Pererat ikatan emosional dan cinta antara anak dan orang tua. Kedekatan ini membuat anak merasa aman sehingga mau terbuka pada orang tuanya.

Seorang Ibu mengeluhkan anaknya yang suka berbohong. Setelah diusut, diketahui bahwa si Ibu kurang perhatian pada anaknya.

Dimana anak terlalu sering dikritik tapi jarang diberi pujian. Hubungan cinta antara Ibu dan anak tidak ada, hal inilah yang membuat anak suka berbohong.

8 Cara Asyik Mengenalkan Uang pada Anak

Orang tua bisa memperkenalkan uang pada anak sejak kecil. Bahkan banyak ahli menyebutkan bahwa anak sudah mampu memahami konsep menabung sejak usia 3 tahun.

Tapi itu juga tergantung dari kondisi masing-masing anak. Setidaknya anak biasanya sudah mulai bisa menggunakan uang sejak usia 3 tahun.

 Orang tua bisa memperkenalkan uang pada anak sejak kecil 8 Cara Asyik Mengenalkan Uang pada Anak
Uang Koin | Photo credit: Shutterstock.com | By Alohaflaminggo

Kenalkan uang pada anak dengan cara yang benar, tepat dan menyenangkan. Berikut tipsnya:

Jika ke Warung atau Supermarket, Ajak Anak

Saat Anda melakukan transaksi pembelian, anak akan memperhatikan. Di Supermarket, kenalkan anak pada label harga dari berbagai jenis produk.

Ada banyak pengalaman berharga saat anak diajak berbelanja, libatkan anak dalam kegiatan belanja.

Minta anak mencoba berhitung, misalnya harga es krim Rp.5000 jika dibeli empat buah berapa total yang harus dibayarkan?

Tanyakan beberapa hal sederhana agar mendorong anak untuk berfikir.

Tanyakan mengapa salah satu permen bisa lebih murah/mahal dibandingkan permen lainnya. Berikan penjelasan yang mudah dimengerti anak.

Kenalkan Uang Koin

Uang koin menarik. Pada anak usia sekitar 5 tahun, ajaklah untuk mengenal uang koin dengan nominal berbeda-beda.

Hal yang bisa dilakukan, suruh anak mengelompokkan koin-koin bernominal kecil (misalnya Rp.200) hingga jumlahnya sama dengan satu keping koin Rp1.000.


Sistem Uang Jajan Mingguan

Jika anak sudah berusia 10 tahun lebih, Anda bisa memberikan uang jajan secara mingguan. Ini akan melatih skill anak dalam mengelola uang.

Memberikan uang harian maka anak akan menghabiskannya saat itu juga, tapi jika uang mingguan maka anak dilatih harus bijaksana menggunakannya.

Jika anak sudah SMA maka bisa menerapkan yang lebih tinggi lagi, yaitu uang bulanan.

Minta Anak Memberikan Sumbangan

Setelah anak memberikan sumbangan kepada fakir miskin, berikan penjelasan pada anak bahwa tidak semua orang di dunia cukup beruntung memiliki cukup uang.

Beritahu juga pada anak bahwa uang tidak bisa datang dengan sendirinya, uang hanya bisa diperoleh dengan cara bekerja.

Orang Tua Menjadi Teladan

Jika Anda ingin Anak Anda dapat secara bijaksana dalam mengelola uang, maka harus mencontohkannya.

Jadilah teladan yang baik, jangan sampai orang tua memerintahkan anak untuk menggunakan uang secara bijak, tapi orang tua sendiri malah suka membeli barang-barang yang tidak penting.

Budaya Menabung

Latih anak agar memiliki budaya menabung. Ajak anak berhitung, jika dalam sehari dia menabung sebesar Rp.5000 maka berapa uang yang terkumpul dalam satu bulan?

Berdasarkan Usia

Pada anak usia sekitar 4 tahun sebenarnya sudah bisa mulai mandiri dan mengerti. Buatlah permainan yang melibatkan transaksi keuangan seperti bermain pasar-pasaran atau semacamnya.

Pada anak usia sekitar 8 tahun maka sudah mampu mengerti pada penjelasan panjang. Pada usia ini kenalkan anak pada budaya menabung, serta jelaskan pada anak tentang bagaimana uang bisa diperoleh.

Pada usia 11 tahun, anak seharusnya sudah mampu mengumpulkan uang untuk membeli barang yang dia inginkan, memperhitungkan berapa lama waktu yang dibutuhkan.

Anak juga sudah mulai memiliki kemampuan untuk membedakan mana yang murah dan mahal.

Sebagian anak pada usia 14 tahun, sudah ada yang berpikir tentang cara bekerja mencari uang.

Pada usia 17 tahun, anak seharusnya sudah mendapatkan kepercayaan untuk mengelola keuangannya secara mandiri, bahkan termasuk membuat tabel perencanaan/anggaran.

Penutup

Umumnya anak yang masih kecil berpikir bahwa uang orangtuanya tidak pernah habis. Anak belum mampu memahami hal ini sehingga seringkali mengamuk saat tidak mendapatkan mainan yang diinginkan-nya.

Anak perlu diberitahui bahwa uang Ayah dan Bunda bisa habis, uang dikeluarkan untuk membeli makanan, sewa rumah, kendaraan, dll. Anak akan mulai belajar mengapa permintaannya tidak selalu dipenuhi.

Beritahu anak bahwa barang-barang yang ada di kamarnya dibeli dengan menggunakan uang.

Anak kecil mungkin mengira semua harga sama, saat sedang bersama anak jelaskan tentang perbedaan harga.

Misalnya harga roti hanya Rp.9000 ribu, tapi harga motor 20 juta. Perbandingan harga yang jauh ini membuat anak mengerti bahwa tidak semua barang bisa dibeli.

15 Trik Jitu Agar Anak Mau Tidur Siang

Sebagian anak sulit sekali disuruh tidur siang, apalagi jika sedang asyik-asyiknya bermain, hampir mustahil anak mau tidur siang.

Anak-anak perlu tidur yang cukup untuk beristirahat, agar tumbuh kembangnya optimal.


Berbeda dengan bayi yang mudah tidur siang, anak kecil yang sedang dalam masa mengeksplorasi ‘dunia’ seringkali menolak bujukan untuk tidur siang.

Berikut beberapa tips yang membantu agar anak mau tidur siang:

1. Temani Anak Tidur

Terkadang anak tidak mau tidur siang sendirian. Jika keadaannya demikian, Bunda hendaknya menyisihkan waktu untuk menemani anak tidur siang.

Tidur siang tidak hanya dianjurkan untuk anak-anak, orang dewasa juga dianjurkan untuk tidur siang sekitar 30-60 menit.

Orang tua harus peka dengan kondisi anak, cari tahu penyebab anak menolak tidur siang.

2. Momen Makan Siang

Manfaatkan-lah momen makan siang ini dengan segera. Ajak anak tidur siang beberapa saat setelah anak makan siang.

Setelah makan nasi di siang hari, biasanya anak akan merasa ngantuk. Hal ini juga berlaku pada orang dewasa.

Jika anak mengantuk seperti ini, maka ini ‘kesempatan emas’ agar anak mau dibujuk tidur siang.

Agar anak merasa lebih nyaman lagi untuk tidur maka kondisikan lingkungan, beberapa hal yang perlu dilakukan yaitu menyalakan AC atau kipas angin, mematikan lampu, mematikan tv, hingga menyingkirkan smartphone dan benda elektronik yang mengganggu proses tidur.


3. Keteraturan Waktu Tidur Siang

Usahakan waktu untuk menyuruh anak tidur siang tidak berubah-ubah. Perhatikan waktu biasanya anak bermain hingga akhirnya lelah.

Saat kondisi lelah, anak akan lebih mudah tidur siang. Dengan begitu, usahakan jam bermain anak dibuat sama setiap harinya.

Jika anak terbiasa mulai bermain jam 9 pagi hingga akhirnya kelelahan, maka kemungkinan anak akan mulai tidur siang sekitar jam 11.00.

Usahakan jam bermain dan tidur siang sama setiap harinya, perlu dibiasakan sehingga anak mudah tidur siang nantinya.

Pada anak usia sekolah. Biasanya anak dalam kondisi lelah setelah pulang sekolah jam 12.30 siang, segera ingatkan anak untuk tidur siang.

4. Buat Kondisi yang Mendukung

Pastikan lingkungan yang nyaman, bersih dan mendukung untuk tidur siang anak.

Usahakan tidak ada tumpukan barang di sekitar. Terlalu banyak tumpukan barang di dalam ruangan bisa membuat pikiran mumet, sehingga mengganggu tidur siang anak.

Buat tempat tidur anak dalam kondisi rapih, sehingga terlihat menyenangkan. Matikan televesi dan alat elektronik lainnya yang bisa mengganggu tidur.

Hindari hal-hal yang merusak mood anak menjelang waktu tidur siang, misalnya memarahi anak karena dijamin anak tidak akan mau tidur siang.

Hal lainnya, kondisikan lingkungan di sekitar sesunyi mungkin.

5. Jelaskan

Jelaskan dengan simple kenapa tidur siang itu perlu. Sebutkan hal-hal yang dapat memotivasi anak untuk tidur siang. Misalnya banyak orang-orang hebat yang memiliki aktivitas tidur siang.

Atau jelaskan bahwa tidur siang memberikan manfaat kesehatan yang sangat penting untuk anak yang sedang dalam masa pertumbuhan.

Setiap hari perlu adanya komunikasi antara Ibu dan anak. Pahamkan anak bahwa tidur siang adalah hal yang sangat bagus.

loading...

6. Perhatikan Kegiatan Anak

Isi waktu anak dengan aktivitas “berisi”, bagaimana anak bisa tidur siang jika aktivitasnya seharian tidak terarah?

Anak yang aktivitasnya sering nonton TV dan main game di smartphone akan sulit untuk diajak tidur siang.

Pastikan anak memiliki kegiatan yang lebih positif, seperti bermain di lapangan/taman, olahraga, menggambar, mewarnai, dll.

Boleh-boleh saja nonton TV dan main gadget, tapi waktunya harus dibatasi. Sinar layar gadget membuat sulit tidur.

7. Buat Strategi

Bunda perlu menyiapkan strategi-strategi jitu agar anak bisa tidur siang. Misalnya pada anak balita, Bunda bisa berpura-pura membuat rutinitas seakan-akan malam hari, lakukan hal-hal seperti menggosok gigi, mematikan lampu kamar, mengheningkan suasana, dll.

Setelah seminggu, anak mungkin sudah terbiasa dengan pola tidur siang tersebut, dengan begitu Bunda sekarang bisa berhenti berpura-pura.

8. Pastikan anak dalam kondisi kenyang, bagaimana anak mau tidur siang sedangkan dalam keadaan lapar.

9. Khusus anak balita, Bunda bisa menepuk-nepuk bokong atau mengusap lembut punggung-nya.

10. Perhatikan juga jam tidur malam anak. Waktu tidur malam anak tidak boleh lebih dari jam 22.00.

11. Jangan jadikan tidur siang sebagai hukuman karena membuat anak akan menganggap tidur siang sebagai hal buruk. Pada poin no.5 telah dijelaskan orang tua hendaknya memahamkan anak bahwa tidur siang adalah hal yang sangat baik.

12. Buat suasana setenang mungkin. Jangan memaksanya anak tidur siang jika belum terlihat mengantuk, Anda bisa mengajak anak ke tempat tidur atau sofa panjang lalu bercerita, diharapkan nantinya anak mulai mengantuk.

13. Disiplinkan anak secara perlahan. Jika anak sudah mau untuk mulai tidur siang, tapi kemudian anak bangun lagi dan beranjak dari tempat tidurnya, bawa lagi anak ke tempat tidurnya. Tidak perlu berkata apapun (apalagi memarahinya), yang penting ajak anak dengan tenang tapi juga tegas.

14. Jelaskan bahwa anak bisa meneruskan bermain setelah tidur siang. Jangan langsung emosi ketika anak menolak tidur siang, hendaknya orang tua memberikan penjelasan-penjelasan terlebih dahulu.

15. Bacakan Dongeng atau Cerita anak-anak yg menarik.Seperti siMonyet pemalas,siKancil,dll.

17 Trik Jitu Agar Meningkatkan Nafsu Makan Anak

Biasanya masalah anak susah makan ini muncul saat anak masuk usia satu tahun, pertumbuhan anak agak melambat (dibandingkan masa sebelumnya).

Akhirnya hal tersebut berimbas pada mulai munculnya gejala-gejala anak tidak mau makan.

 Biasanya masalah anak susah makan ini muncul saat anak masuk usia satu tahun 17 Trik Jitu Agar Anak Doyan Makan
Anak Makan | Photo credit: Shutterstock.com / By Levranii

Tidak perlu panik saat selera makan anak menurun. Berikut beberapa tips agar anak mau makan:

1. Buat Suasana Makan yang Menyenangkan

Mengatasi anak susah makan memang tidak mudah, sehingga dibutuhkan kesabaran ekstra bagi para orang tua.

Untuk mengatasinya perlu usaha, kesabaran dan waktu yang panjang. Seperti halnya berjalan yang memerlukan proses pembelajaran, makan juga perlu proses pembelajaran.

Selera makan anak-anak umumnya sangat labil, anak seringkali menolak makan padahal sudah capek-capek disiapkan.

Salah satu penyebab anak susah makan karena mood (suasana hati) sedang tidak baik.

Memarahinya (karena anak tidak mau makan) justru semakin memperburuk mood anak, sehingga membuat selera makan anak semakin hancur.

Yang perlu dilakukan adalah mengkondisikan suasana yang menyenangkan. Jika anak senang/bahagia nantinya mau makan.

Anak-anak biasanya senang dengan sesuatu yang berwarna cerah. Orang tua bisa memilih piring, sendok, gelas ataupun mangkok berwarna cerah.

Warna cerah seperti merah, hijau, kuning dll. Intinya bisa membuat anak senang dan tertarik.

Hal lain yang bisa Anda lakukan yaitu variasi lokasi makan. Selain memberikan makan di meja makan, juga bisa dilakuan di teras rumah, taman sekitar atau tempat-tempat lainnya yang dirasa menyenangkan untuk anak.

Kondisi tepat untuk memberi anak makan yaitu saat dirinya lapar, lelah ataupun gembira. Adapun anak kemungkinan menolak makan saat mengantuk, rewel atau marah.


2. Porsi kecil

Sajikan makanan anak dengan porsi kecil saja, karena dikhawatirkan pemberian porsi besar membuat anak menjadi malas makan.

Jika anak hanya mau makan dengan porsi terlalu sedikit, maka orang tua bisa menyiasatinya dengan menambah frekuensi makan anak.

Ingat! tidak baik jika memaksa anak untuk makan banyak, lambung anak tentunya belum sebesar orang dewasa.

3. Usahakan Jadwal Makan Teratur

Memang hal ini sedikit merepotkan, tapi keteraturan waktu makan sangat penting untuk anak.

Mengatur jadwal makan anak juga memperhatian kapan waktu mood anak dalam keadaan baik.

Usahakan pemberian makan anak waktunya saat biasanya dirinya gembira. Lalu tetapkan waktunya secara teratur.

Makan teratur adalah hal yang sangat baik, apalagi untuk anak-anak. Si kecil terbiasa dengan waktu makannya dan hidupnya lebih teratur.

4. Beri anak hadiah jika ia berhasil makan dengan baik, hal ini akan memotivasinya. Tapi hindari memberikan hadiah berupa makanan kurang sehat (seperti gorengan, junk food tinggi lemak, dsb)

5. Sajikan makanan dengan menarik, Anda harus kreatif dalam membuat hidangan untuk si kecil. Buatlah makanan dengan tampilan menarik.

6. Tawarkan cemilan sehat untuk anak, selain asupan makanan utama, Anda bisa memberikan camilan sehat untuk memberikan asupan gizi mencukupi untuk anak. Contoh camilan sehat: campuran daging cincang dan potongan kentang/wortel. Hindari memberikan anak cemilan tidak sehat.

7. Jangan terlalu banyak memberikan minum. Jika anak kekembungan menyebabkan nafsu makannya menurun.

8. Ajak anak dalam proses pembuatan makanan, anak bisa dilibatkan seperti mengambilkan sayur/buah dan hal-hal mudah lainnya. Dengan ikut terlibat, hal ini diharapkan membuat anak lebih bersemangat untuk makan.

9. Ajak anak bermain atau berolahraga, setelah anak lelah karena mengeluarkan banyak energi, biasanya nafsu makan anak akan muncul.

loading...

10. Menjelang waktu makan anak hindari menegur/mengomeli anak, kondisi mood yang buruk membuat anak sulit diajak makan. Anda seharusnya menjaga kondisi yang menyenangkan selama waktu makan.

11. Gunakan perlengkapan makan berwarna cerah, sehingga anak lebih tertarik dan lebih bersemangat untuk makan.

12. Berikan anak buah jeruk. Makan buah jeruk bisa memunculkan nafsu makan. Buah jeruk kaya akan vitamin C. Selain itu, jeruk mengandung vitamin B yang memberikan dampak positif pada suasana hati.

13. Makan bersama atau dampingi anak ketika makan.

14. Adakan acara rutin makan keluarga, dimana makan bersama anggota keluarga lengkap. Hal ini membuat si kecil bersemangat untuk makan.

15. Usahakan waktu makan konsisten, biasanya dalam sehari terdiri dari tiga kali waktu makan utama dan dua kali waktu makan camilan. Waktu makan yang teratur diharapkan si kecil terbiasa dan nyaman dalam setiap kali makan.

16. Agar anak pikirannya bisa fokus untuk makan, maka singkirkan hal-hal yang menggangu seperti gadget, suara radio/televisi, binatang peliharaan, dll.

17. Bagi anak yang sangat susah makan, sesekali Anda bisa mengundang anak-anak seumurannya untuk makan bersama. Hal ini akan memotivasi anak Anda untuk makan, biasanya si kecil cenderung makan lebih banyak saat bersama teman sebayanya.

Hal yang perlu diketahui: Jika anak memiliki makanan favorit dan secara tiba-tiba tidak lagi mau mengonsumsinya, maka jangan panik karena mungkin ini hanya sementara. Jangan sampai salah dalam merespon.

Jika anak hari ini tidak mau memakannya, jangan memarahi anak, tawarkan makanan yang ditolak tersebut pada hari berikutnya.

18 Cara Meningkatkan Semangat Belajar Anak

Yang namanya anak-anak, butuh selalu dimotivasi agar semangat dalam belajarnya.

Anak-anak mudah sekali bosan yang membuatnya tidak mau belajar.

 butuh selalu dimotivasi agar semangat dalam belajarnya 18 Cara Meningkatkan Semangat Belajar Anak
Anak Belajar | Photo credit: Mediabakery.com

Anda sebagai orang tua harus berperan aktif untuk mengarahkan dan memotivasi si kecil.

Ubahlah suasana membosanan saat belajar menjadi suasana yang menggembirakan.

Jika Anda berhasil dalam memberikan motivasi, sehingga anak selalu rajin belajar, maka bukan tidak mungkin anak Anda bisa menjadi murid terbaik di kelasnya.

Berikut cara meningkatkan semangat belajar anak:

1. Dukungan Orang Tua

Sangat penting untuk selalu memberikan dukungan agar anak semangat belajar. Ucapkan kalimat-kalimat yang memotivasi anak agar rajin belajar.

Lalu sediakan fasilitas belajar yang berkualitas. Hadiahkan anak meja belajar, kalau bisa yang tampilannya menarik (walaupun mungkin lebih mahal).

Kondisikan kamar atau ruangan belajar yang nyaman untuk anak. Pokoknya sediakan hal-hal penting yang dibutuhkan anak, sehingga proses belajarnya berjalan baik.

Menata kamar anak sehingga terasa nyaman ternyata memiliki pengaruh besar untuk tingkat kerajinan/semangat anak dalam belajar.

Selain itu, jika anak melihat orangtuanya bersungguh-sungguh dan bersusah payah dalam menyediakan fasilitas belajar memadai untuk dirinya, anak akan merasa dihargai orang tuanya, yang membuat anak senang dan berusaha untuk tidak mengecewakan orangtuanya.


2. Beritahu Manfaat Belajar

Beritahukan anak tentang manfaat belajar, misalnya agar memperoleh nilai baik di sekolah, mempunyai masa depan lebih cerah, ataupun ilmu yang dipelajari akan berguna di dalam kehidupan sehari-hari.

Usahakan memberitahu tentang manfaat belajar dengan cara yang mudah dipahami anak (sesuai kemampuan nalar/tingkat berpikir anak).

Gunakan kata-kata yang mudah dimengerti saat menasehati atau memberi tahu anak.

Dengan memberitahu anak tentang tujuan/manfaat belajar, diharapkan dapat meningkatkan semangat belajar anak.

Selain itu, orang tua perlu berusaha untuk membantu menemukan cita-cita anak. Diskusi kan apa yang menjadi cita-cita si anak.

Bisa juga menanyakan anak tentang profesi/pekerjaan yang ingin dilakukannya saat dewasa nanti.

Dengan memiliki tujuan hidup yang jelas (cita-cita), maka meningkatkan semangat anak untuk belajar.

Beritahu juga bahwa tanpa belajar seseorang tidak akan bisa menggapai cita-citanya.

3. Jangan Cuek

Dampingi anak saat belajar, jangan cuek. Orang tua harus selalu ada saat si kecil mengalami kesulitan.

Dampingi lah anak, berikan semangat, maka anak merasa sangat dihargai dan diperhatikan oleh orang tuanya.

Anak merasa orangtuanya sangat baik karena mau menemani dirinya saat belajar.

Orang tua boleh membantu anak dalam belajar, tapi bukan berarti orang tua yang justru mengerjakan semua tugas anak, adapun anak hanya berleha-leha.

Orangtua memposisikan diri sebagai teman belajar, membantu anak saat mengalami kesulitan.

4. Komunikasi

Orang tua harus rutin berkomunikasi dengan anak, tanyakan tentang kegiatan anak, misalnya saat di sekolah, nantinya anak akan banyak menceritakan pengalaman unik saat berada di sekolah.

Orang tua seharusnya mendengarkan cerita maupun curhatan anak dengan penuh perhatian, hal ini membuat anak merasa dihargai.

Jangan malas untuk membahas atau menanyakan tentang sekolah anak, hal ini membuat anak menyadari bahwa sekolah adalah hal yang sangat penting, sehingga anak akan bersungguh-sungguh dalam belajarnya.

loading...

5. Hadiah

Berikan reward saat anak berprestasi atau mendapatkan nilai bagus. Anak akan merasa dihargai dan senang, sehingga akan lebih bersemangat lagi dalam belajarnya.

Reward bisa berupa materi dan non-materi. Reward berupa materi misalnya dibelikan hadiah. Adapun reward non-materi misalnya memberikan pujian.

Berikan reward juga saat anak melakukan usaha keras atau rajin belajar.

6. Disiplin

Disiplin hanya bisa diperoleh dengan latihan. Oleh karena itu, anak sejak dini harus dilatih disiplin.

Salah satu jenis kedisiplinan yang perlu diajarkan pada anak yaitu menerapkan jam belajar. Dimana anak harus mematuhi waktu jam belajar.

Jika sudah masuk waktu belajar maka anak harus fokus untuk belajar, sehingga tidak boleh melakukan aktivitas lain seperti bermain game, nonton TV, browsing internet, dll.

Anak harus dilatih, jika sudah masuk waktu belajar maka jangan melakukan aktivitas lain.

7. Jadilah Teladan

Orang tua harus memberikan contoh yang baik pada anak. Seringkali seorang ayah melarang anaknya merokok, tapi si ayah sendiri malah merokok.

Jangan sampai ucapan dan prilaku bertentangan, sehingga wibawa orang tua jatuh di mata anak. Anak sangat memperhatikan gerak-gerik orang tuanya.

Orang tua yang memiliki sifat malas, kemungkinan besar akan memiliki anak yang pemalas juga. Hal itu karena anak mencontoh orang tuanya.

Jika orang tua kerjaannya suka nonton TV atau bermain smartphone, anak akan mencontohnya.

Demikian juga, jika orang tua rajin membaca buku, anak akan sangat termotivasi untuk rajin membaca buku.

8. Suasana Belajar

Kondisikan belajar yang nyaman. Dimana ruangan (tempat anak belajar) suasananya mendukung sehingga anak semangat dan nyaman saat belajar.

Pastikan ventilasi udara yang memadai sehingga udara di dalam ruangan tidak terasa pengap. Selain itu, ruangan jangan sampai penuh sesak oleh tumpukan barang.

Orang tua juga harus menghindari teriak-teriak di dalam rumah, hindari suka memarahi anak (apalagi saat waktu belajar anak) karena akan membuat anak bad mood.

Selain menjaga kenyamanan ruangan belajar anak, juga harus menjaga suasana hati anak agar selalu bersemangat.


Hal-hal lainnya yang penting diketahui:

9. Walaupun anak masih kecil (misalnya 3 tahun), usahakan anak terbiasa dengan yang namanya buku, walaupun belum bisa membacanya setidaknya anak melihat, memegang dan membuka buku.

10. Latih anak agar terbiasa membaca, sehingga saat sudah besar dirinya tidak lagi kaget dengan yang namanya buku.

11. Jadilah orang tua yang suka membacakan cerita buku pada anak-anak menjelang tidur.

12. Jangan kendor memberikan dukungan dan semangat pada anak agar mau belajar.

13. Sering-seringlah melakukan tanya-jawab dengan anak. Jika anak bertanya maka orang tua jangan malas untuk menjawabnya.

14. Memang merepotkan jika anak banyak bertanya, jika pertanyaan anak bagus hendaknya orang tua bersabar dalam menjawabnya. Kegiatan tanya-jawab ini akan merangsang kreativitas dan semangat anak dalam belajar.

15. Berikan Perhatian. Saat anak pulang sekolah, jangan malas untuk menanyakan pengalamannya saat di sekolah, apakah ada hal menyenangkan yang ingin diceritakan, atau mungkin anak ingin curhat (menceritakan tentang pengalaman yang tidak enak).

16. Dorong anak pada bidang yang menjadi bakatnya. Orang tua jangan memaksa anak harus selalu mendapatkan nilai bagus pada setiap mata pelajaran. Yang penting, cari tahu bakat anak di bidang apa, setelah itu fokus pada bidang tersebut.

17. Istirahat dan liburan. Jika anak telah rajin belajar, maka dia perlu refreshing. Ajak anak berlibur sehabis ujian atau saat di akhir pekan. Setelah anak belajar keras mungkin akan mengalami kejenuhan, maka perlu adanya istirahat ataupun refreshing.

18. Disatu sisi perlu memberikan hadiah saat anak rajin belajar, disisi lain perlu adanya penerapan hukuman jika anak malas belajar.

Hindari melakukan bentuk hukuman yang salah (misalnya memukul), berikan hukuman yang mendidik misalnya anak diskors tidak boleh bermain game di smartphone selama 1-2 Minggu.

Berikan bentuk hukuman, yang dengan hukuman tersebut bisa “memaksa” anak agar mau belajar.

Anak tidak akan berani mengulangi kesalahannya, karena jika melakukan kesalahan hukumannya tidak boleh bermain gadget selama seminggu.

6 Cara Menenangkan Anak yang Menjerit

Yang namanya anak-anak seringkali melakukan hal-hal aneh yang merepotkan orang tuanya.

Jika hal-hal aneh yang dilakukan anak (misalnya menjerit) hanya sesekali saja, ini masih normal/wajar.

 Umumnya anak menjerit karena ingin menyampaikan sesuatu 6 Cara Menenangkan Anak yang Menjerit
Anak Menjerit | Photo credit: Dreamstime.com | Ferenc Jeges-varga

Umumnya anak menjerit karena ingin menyampaikan sesuatu, orang tua harus peka/memahami hal ini.

Anda ingin anak menyampaikan keinginannya tanpa perlu menjerit, hanya saja yang namanya anak-anak belum bisa mengerti.

Nah, berikut upaya untuk menenangkan anak yang menjerit:

1. Orang Tua Jangan Terpancing

Pertama-tama, orang tua jangan sampai ikut terpancing dengan teriakan anak. Walaupun anak marah-marah, orang tua hendaknya tetap berbicara pada anak dengan tenang.

Jika orang tua ikut berteriak maka jeritan anak akan semakin menjadi-jadi. Berikan respon dengan ucapan lembut secara terus menerus, hal ini efektif untuk menenangkan anak sedikit demi sedikit.

2. Tetap Tenang, Sekaligus Mendiamkan Anak

Saat anak terus-terusan menjerit maka Anda perlu mendiamkannya, apalagi jika anak menjerit di tengah umum sehingga menganggu orang-orang di sekitar.

Mintalah anak untuk diam tapi Anda bicaranya harus lembut. Mendiamkan anak dengan cara emosi (marah-marah) tidak ada gunanya.

3. Cari Tahu Apa yang Diinginkan Anak

Anak menangis mungkin karena mengalami rasa sakit, atau karena menginginkan sesuatu.

Umumnya anak menangis/menjerit karena suatu sebab. Anda perlu mencari tahu mengapa anak seperti itu.

Kesalahan banyak orang tua yaitu terburu-buru memarahi anak yang menangis, padahal belum mencari tahu penyebab anak menangis.


4. Berikan Pemahaman

Anak perlu dipahamkan bahwa menjerit bukanlah cara untuk mendapat perhatian. Pahamkan anak juga bahwa di tempat umum tidak boleh berteriak karena mengganggu orang lain.

Ketika ada waktu senggang maka berikan anak tentang pemahaman ini, lama-lama anak akan mengerti.

Seringkali anak suka menjerit karena merasa kurang disayang/diperhatikan. Nah, Anda sebagai orang tua harus membuat anak merasa disayangi orang tuanya.

Setelah anak benar-benar paham bahwa menjerit adalah hal yang kurang baik, terkadang anak tetap saja menjerit karena sesuatu. Jika anak hanya sesekali menjerit, maka ini masih wajar.

Selain itu, walaupun menjerit mengganggu sekitar, tapi dalam beberapa kondisi menjerit perlu dilakukan.

Misalnya saat anak memperoleh perlakuan tidak senonoh oleh orang asing maka harus berteriak/menjerit saat itu.

5. Jika Anak Tidak Berhenti Juga Menjerit, Segera Bawa Pergi Anak

Ini menyangkut dengan kenyamanan orang sekitar yang terganggu oleh jeritan anak Anda. Bawa anak Anda pergi dari situ.

Anda juga bisa mengalihkan perhatiannya, karena rentang perhatian anak pendek maka Anda bisa dengan mudah mengalihkan perhatiannya, misalnya dengan memberikan mainan, camilan, hingga memperlihatkan sesuatu atau hal-hal yang membuatnya lupa dari rasa marahnya.

Anak yang “hobi” berteriak bisa Anda ajak ke alam terbuka, tempat bermain anak-anak, tempat mandi bola, dll. Di tempat tersebut anak dapat berteriak dan bersenang-senang, untuk melampiskan “hobinya” tersebut.

6. Reward

Berikan penghargaan untuk anak jika dirinya berperilaku baik, berikan hadiah-hadiah yang berkesan untuknya. Sehingga anak semakin termotivasi untuk berprilaku baik.

Tidak hanya tentang perilaku baik seperti tidak berteriak, hal baik apapun yang dilakukan anak maka hendaknya diberikan reward. Jika anak beribadah dengan baik maka pujilah atau juga berikan hadiah berupa kue/es krim kesukaannya.

Dengan begitu, anak akan bisa memahami cara yang benar untuk mendapatkan perhatian dan kasih sayang orang tuanya.

Cara Jitu dan Efektif Agar Anak Hobi Membaca!!

Agar seseorang rajin membaca buku, maka caranya harus dilatih sejak masih anak-anak.

Disinilah peran penting orang tua untuk mengenalkan anak pada buku. Orang tua harus mulai membuat cara untuk memotivasi anak agar mau memegang buku dan melihat isinya.


Misalnya saat anak berumur baru tiga tahun, maka orang tua bisa memberikan buku gambar dan mewarnai. Adapun jika anak sudah agak besar maka bisa diberikan buku cerita.

Hal ini sedikit banyak akan membuat anak terbiasa memegang buku, dan juga menumbuhkan rasa cinta pada buku.

Anak adalah peniru ulung, sehingga jika anak dari kecil sudah sering melihat orang tuanya membaca buku, maka anak akan cenderung suka pada buku.

Selain itu, orang tua bisa sesekali meminta anak untuk membuka bukunya.

Perintahkan anak untuk membuka bukunya tapi jangan terlalu sering karena dikhawatirkan membuat anak bosan (sehingga anak trauma pada buku dan malah membenci buku).

Yang Namanya Anak, Tentu Cenderung Lebih Suka Bermain

Umumnya anak kecil pasti akan memilih aktivitas yang menyenangkan (misalnya berlari-lari) daripada duduk memegang buku.

Oleh karena itu, disinilah peran dan usaha orang tua untuk memunculkan suasana yang menyenangkan saat anak membaca buku.

Agar menyenangkan, Anda bisa bersama-sama membaca buku dengan anak Anda. Hal ini sangat bagus sebagai strategi jitu agar anak semangat membaca buku.


Anda perlu secara rutin membaca buku bersama anak, setidaknya kegiatan membaca bersama ini dilakukan selama 15 menit dalam setiap harinya.

Anda harus meluangkan waktu untuk itu. Cari waktu membaca bersama saat kondisi suasana hati anak sedang bagus.

Setelah membaca bersama selesai, maka Anda bisa memberikan kesan-kesan dan pendapat dari isi buku yang dibaca. Tanyakan juga anak mengenai pendapatnya.

Jika membaca buku cerita, maka pilih yang isinya mudah dipahami anak, menarik dan juga dirasa lucu bagi anak.

Anda bisa menanyakan apa tema buku kesukaaan yang diingini anak. Selain itu, gunakan buku cerita yang ada gambarnya sehingga lebih menarik bagi anak.

Dengan adanya gambar maka anak bisa lebih mudah paham, dan anak akan menikmati cerita. Adapun buku cerita tanpa gambar akan membuat anak tersiksa.

Dorong Anak Bercerita Tentang Apa Saja Yang Didengar dan Dibacanya

Cara agar Anak termotivasi untuk bercerita dari apa yang dibacanya yaitu dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan sederhana.

Atau bisa juga orang tua dan anak bergantian bercerita. Pertama orang tua dahulu bercerita, setelah itu anak yang bercerita.

Jangan memberikan komentar negatif saat anak bercerita karena akan menurunkan kepercayaan dirinya.

Jika anak sudah terbiasa suka bercerita, maka anak akan lebih termotivasi untuk membaca buku. Anak suka bercerita tentang buku-buku yang dibacanya.

Pastikan orang tua dan anak sering berkomunikasi, hal ini berguna untuk anak. Dalam setiap komunikasi yang dilakukan, anak akan memperoleh kosa kata baru.

Dengan lebih banyak mengetahui kosa kata maka anak akan lebih mudah untuk memahami buku yang dia baca.

loading...

Berikut tips-tips lainnya yang penting diketahui:
  • Jika ingin anak suka membaca maka jadilah teladan yang baik. Orang tua juga harus memiliki kebiasaan membaca sehingga anak akan cenderung mencontoh orang tuanya.
  • Belikan anak buku cerita yang kata-katanya sederhana. Hindari buku cerita yang isi kalimatnya panjang, yang membuat anak sulit mengerti.
  • Membaca merupakan aktivitas menyenangkan. Sehingga hindari memaksa anak untuk membaca (terutama saat anak sedang lelah ataupun bad mood).
  • Jangan lupa memberikan anak reward ataupun pujian jika anak telah berusaha membaca.
  • Biarkan saja ketika anak membaca buku yang sama setiap saat. Dimana anak umumnya sangat menikmati kegiatan pengulangan, dan mungkin juga anak ingin lebih memahami cerita.
  • Beri tahu anak tentang manfaat membaca, Anda bisa memberitahu saat waktu senggang atau santai.
  • Ajak anak ke toko buku dan perpustakaan. Buatlah anak nyaman dengan kedua tempat itu. Caranya yaitu dengan rutin mengunjunginya sehingga anak terbiasa dan tidak asing pada kedua tempat itu.
  • Jika anak Anda masih sekitar umur lima tahun, maka pastikan untuk diajak ke spot permainan anak di toko buku (sebagian tempat menyediakan fasilitas menggambar/mewarnai). Hal ini akan memberikan kesan pada anak bahwa toko buku adalah tempat yang menyenangkan.
  • Jika diadakan event pameran buku, jangan lupa mengajak anak.
  • Belikan buku yang menarik minat anak. Orang tua dituntut untuk peka dan mencaritahu minat anak.
  • Orang tua perlu menyiapkan budget khusus untuk membeli buku anak. Dimana harga buku anak agak mahal. Buku anak biasanya full colour, full gambar dan hard cover. Siapkan anggaran jauh-jauh hari.
  • Buatlah perpustakaan keluarga walaupun dalam ukuran mini. Letakan koleksi buku anak dalam lemari khusus. Lemari jangan terlalu tinggi, dan sediakan karpet di lantai agar anak nyaman membaca.
  • Usahakan untuk menghindarkan penghambat seperti televisi, gadget dan playstation.
  • Beri anak hadiah agar semakin semangat membaca.
  • Usahakan untuk menjadikan kegiatan membaca sebagai kebiasaan anggota keluarga.
  • Jika orang tua membacakan buku cerita pada anak, maka dramatisi buku yang dibaca. Ubah cara baca saat anak terlihat bosan, buatlah improvisasi seperti gerakan-gerakan tubuh, intonasi suara naik-turun, mimik muka, dll agar anak tertarik.
  • Bacakan buku cerita sejak anak masih bayi. Hal ini cukup menarik dilakukan.
  • Usahakan untuk mengunjungi toko buku yang menyediakan tempat khusus buku-buku anak.
  • Beli lah buku yang memiliki gambar menarik karena anak-anak suka dengan hal-hal yang berwarna. Saat anak tertarik dengan gambarnya akan menimbulkan rasa penasaran untuk membacanya.
  • Anda bisa memberikan buku sesuai minat anak. Jika anak suka olahraga maka berikan buku mengenai olahraga, demikian seterusnya.

Tentunya orang tua ingin mempunyai anak yang gemar membaca, apalagi jika anak sendiri yang meminta untuk dibelikan buku bacaan. Orang tua hendaknya mulai mengenalkan buku pada anak sejak usia dini.

Cara Jitu Mengatasi Anak yang Suka Menggigit Temannya

Yang namanya anak-anak atau balita tentunya sering melakukan hal yang aneh-aneh, disinilah orang tua dituntut harus bisa sabar.

Sebagian anak mungkin sering melakukan hal aneh berupa menggigit orang lain. Hal ini akan sangat merepotkan orang tua karena harus sibuk meminta maaf tentang kesalahan anaknya.

anak atau balita tentunya sering melakukan hal yang aneh Cara Mengatasi Anak yang Suka Menggigit Temannya
Anak Kecil | Photo credit: Flickr.com / AngryJulieMonday

Perlu diketahui, balita usia 1-3 tahun umumnya sangat penasaran dan suka sekali menggigit obyek yang dipegangnya.

Hal ini bisa berlanjut dimana balita mungkin bisa menggigit orang tua, kakak ataupun temannya.

Kebiasaan anak yang suka menggigit ini dapat Anda hilangkan secara perlahan. Apalagi jika anak masih berumur 1-3 tahun maka hal ini masih tergolong wajar.

Dimana balita memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi, selalu penasaran pada setiap hal yang baru dilihatnya. Balita tentunya belum paham dengan apa yang dilakukannya, dirinya belum tahu bahwa menggigit orang lain adalah hal yang tidak baik.

Di sinilah peran penting orang tua mengajari anak untuk tidak menggigit orang lain, anak diberitahu bahwa menggigit akan menyakitkan orang lain. Perlu waktu dan kesabaran untuk mengubah kebiasaan anak.

Rasa penasaran pada balita menjadi motivasi menggigit, balita ingin melihat tanggapan orang-orang dari tindakannya, apakah marah, kaget, tertawa, menangis, atau lainnya.

Balita menggigit bisa juga sebagai ekspresi rasa marah atau ngambeknya. Dimana balita yang masih kesulitan dalam menjelaskan kondisi emosi mereka, maka tindakan yang dilakukannya adalah menggigit.

Balita juga menggigit ketika merasa tidak diperhatikan, tidak ditanggapi (diabaikan) atau semacamnya, menggigit menjadi sebuah cara balita untuk berkomunikasi agar memperoleh perhatian.

Jika Anda Mendapati Anak Anda Menggigit

Jika Anda memergoki si kecil menggigit orang lain (misalnya teman sebayanya), maka hal pertama yang harus Anda lakukan adalah “jangan panik”. Anda harus tetap berifikir jernih.

Hindari memarahi anak, termasuk berteriak kepadanya. Hal yang terbaik dilakukan adalah menjauhi anak dari orang yang digigitnya.

Intinya buat kondisi terkendali, tidak perlu marah-marah karena membuat kondisi lebih buruk.

Buatlah kondisi tenang, setelah kondisi tenang kembali maka barulah menanyakan anak mengapa dirinya menggigit orang lain.

Berilah anak pengertian bahwa perbuatannya tidak baik, salah satu caranya yaitu memperlihatkan bekas gigitannya yang menyakiti orang lain.

Jika anak merenungkannya dan bisa memahaminya maka sangat bagus. Sehingga anak nantinya tidak lagi mengulangi perbuatannya itu.


Didiklah Anak Bahwa Mengigit Orang Lain Itu Tidak Baik

Mengajarkan anak tentunya butuh waktu lama dan harus sabar. Mengajarkan anak juga hanya bisa dilakukan secara perlahan.

Oleh karena itu, saat suasana sedang baik maka orang tua bisa sedikit demi sedikit mengajarkan anak hal-hal yang penting, seperti tidak boleh menggigit orang lain.

Anak diberitahu bahwa menggigit akan sangat menyakiti orang lain. Jika anak Anda masih berumur 1-2 tahun maka bisa memberikan empeng untuk mengalihkan perhatiannya yang suka menggigit.

Jika anak belum bisa mengeluarkan ekspresinya (unek-uneknya), orang tua perlu mengajari anak untuk mengekspresikan dirinya, seperti saat sedih, marah, butuh perhatian ataupun kesal. Hal ini akan mencegah anak meluapkan perasaannya dengan cara menggigit.

Anda bisa menerapkan metode yang “sedikit memaksa” agar anak tidak lagi suka menggigit temannya, caranya yaitu tidak memberikan apapun yang diingini anak jika menggigit. Orang tua perlu memberikan warning mengenai hal ini secara jelas pada anak, sehingga anak akan mulai berpikir bahwa tindakan menggigit itu sangat buruk.

Akan tetapi metode ini kemungkinan besar gagal jika anak dari dulu sudah terlalu dimanja. Dimana anak yang terlalu dimanja akan susah untuk diajak berpikir.

Orang tua harus mengetahui tanda-tanda anak yang ingin menggigit, seperti mata anak terlihat melotot, emosi, menggeretakkan gigi, diri anak terlihat tegang dan semacamnya.

Jika Anda melihat tanda-tandanya maka jauhkan anak dari teman-teman sebayanya, bawa anak ke lokasi yang sepi dan tenangkan jiwa anak.

Hal Penting Lainnya

Ajarkan anak cara mengungkapkan perasaannya, dimana balita belum pandai mengatakan apa yang dipikirkannya sehingga menggigit menjadi cara dirinya untuk menunjukan perasaannya.

Jika anak belum pandai berbicara maka ketika dirinya terancam dan ingin membela diri, dia akan menggigit sebagai cara untuk membela diri, tujuannya agar orang yang digigit akan menjauh.

Adapun jika anak sudah bisa berbicara untuk mengusir orang yang menganggunya, maka anak tidak lagi perlu menggigit.

Jika balita kurang mendapat perhatian, mungkin dirinya akan mencari perhatian dengan cara menggigit.

Hal-hal lainnya yang perlu diajari pada anak:
  • Jika anak bertingkah laku manis dan baik maka berikan pujian atas perilakunya, cara ini bisa membantu untuk menghilangkan keinginan menggigit. 
  • Ajarkan cara mengungkapkan perasaan. Contohnya memeluk dan mencium untuk mengungkapkan rasa kasih sayang.
  • Contoh lainnya, saat ingin mencari perhatian maka caranya bisa dengan mencolek atau menarik ujung baju. 
  • Jika anak tidak ingin ada orang didekatnya, maka anak bisa mendorong pelan orang tersebut (tidak perlu menggigitnya).
  • Untuk mengalihkan kebiasaan menggigit maka berikan kegiatan pada anak seperti bermain di taman atau tempat-tempat yang menyenangkan, membantu Ibu memasak, berenang atau lainnya.

Orang tua harus memiliki waktu berkualitas yang lebih banyak bersama anak, ini penting untuk membangun komunikasi intens antara orang tua dan anak, dimana pada masa-masa bersama ini orang tua bisa mengajarkan banyak hal berguna pada anak.

Penyebab Keberadaan Sosok Ayah Sangat Penting Bagi Anak

Peran Ayah sebenarnya sangat besar untuk membangun kepercayaan diri dan keberanian pada diri anak. Ayah memiliki tugas sangat penting untuk membangun tingkat percaya diri anak.

Adapun sifat Ibu yang lembut bertanggung jawab dalam mengajarkan sifat kasing sayang dan kelembutan pada diri anak.

 Peran Ayah sebenarnya sangat besar untuk membangun kepercayaan diri dan keberanian pada d Penyebab Keberadaan Ayah Sangat Penting Bagi Anak
Photo: https://pixabay.com/id/ayah-putra-anak-anak-laki-laki-2432569/

Dibandingkan Ibu, umumnya ayah cenderung lebih tegas, disinilah peran ayah dalam memupuk keberanian dan rasa percaya diri pada anak-anaknya, terutama anak lelakinya.

Ayah sering memberikan banyak solusi ketika anak mengalami masalah. Ayah mempunyai jawaban dari segudang pertanyaan yang dilontarkan anak.

Peran Ayah juga sangat penting untuk mengajari anak cara mengatasi masalah-masalah yang muncul.

Oleh karena itu, sebagai ayah harusnya menyadari tanggung jawab besarnya dalam mendidik dan melindungi anak-anaknya.

Ayah Juga Memiliki Sifat Penyayang yang Besar

Walaupun umumnya ayah memiliki sifat yang tegas dan cenderung keras, sebenarnya yang namanya ayah tetaplah sangat menyayangi anak-anaknya.

Bahkan seorang ayah tidak jarang memiliki sifat humoris. Seorang ayah akan berusaha mencari cara untuk menghibur anaknya yang mengalami masalah atau bersedih.

Hendaknya sebagai seorang ayah, selain memiliki sifat yang tegas juga harus bisa bercanda dengan anak-anaknya.

Anak-anak selain dididik juga perlu diberikan hiburan. Ayah perlu meluangan waktunya (seperti di akhir pekan) untuk berjalan-jalan bersama anak-anaknya (keluarga).

Hal lainnya yang hebat dari seorang ayah yaitu rela berkorban untuk anak-anaknya. Ayah akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyenangkan dan mendidik anak-anaknya.

Walaupun seorang ayah sangat lelah dalam menjalani tugasnya tersebut, tapi dirinya tidak pernah mengeluh.

Hal inilah yang membuat seorang ayah sering disebut sebagai tulang punggung keluarga.

Ayah Harus Menyediakan Waktu Berkualitas Untuk Anak-Anaknya

Dalam sehari, setidaknya sediakan waktu 20-30 menit untuk melakukan aktivitas berkualitas bersama anak, pada masa itu Anda juga bisa bercengkrama bersama anak-anak.

Selain itu, tanyakan juga bagaimana kegiatan belajar di sekolah dan hal-hal lainnya.

Jika anak mengalami masalah maka jangan dicueki, bisa saja masalah yang dihadapi anak merupakan masalah besar bagi anak. Berilah anak solusi dari masalah yang dihadapinya.

Dengan begitu, anak akan merasa disayangi dan diperhatikan yang nantinya bermanfaat untuk perkembangan anak. Selain itu anak juga akan sangat sayang kepada orang tuanya.

Ayah juga hendaknya mengungkapkan rasa sayangnya kepada anak-anaknya. Nantinya anak juga terbiasa untuk mengungkapkan rasa sayang pada orang tuanya.

Selain mengucapkan rasa sayang, ayah juga perlu memeluk anak. Sentuhan hangat seorang ayah sangat penting bagi anak.

Penutup

Untuk Anda para ayah, Anda harus menjalankan tanggung jawab terhadap peran-peran penting tersebut (seperti yang disebutkan diatas).

Ingin Memberikan Anak Gadget? Wajib Ketahui Hal Penting Ini Dulu

Orang dewasa banyak yang menggunakan gadget, hal ini tentunya dilihat oleh anak-anak.

Sehingga anak-anak ingin ikut menggunakan gadget, maka sangat sulit mencegah anak bermain gadget.

 Orang dewasa banyak yang menggunakan gadget Ingin Memberikan Anak Gadget? Ketahui Hal Penting Ini Dulu
Photo: https://pxhere.com/en/photo/1051904

Sebenarnya gadget tak sepenuhnya buruk untuk anak-anak, yang penting orang tua bisa membimbing dengan baik saat anak bermain gadget.

Bahkan sebagian orang memanfaatkan gadget sebagai sarana belajar, ini sangat bagus.

Anda bisa memilihkan aplikasi yang mendidik untuk anak. Anda sebagai orang tua yang memilihkan aplikasi, bukan anak.

Sebenarnya cukup banyak aplikasi atau permainan yang mendidik untuk anak seperti game tebak kata, teka-teki silang, kuis pengetahuan, serta permainan jenis board yang mendidik dan dapat merangsang otak anak.

Sebelum diberikan pada anak, Anda perlu mencoba sendiri aplikasi atau permainan itu. Setelah dirasa aplikasi mendidik maka Anda boleh mengizinkan anak memainkannya.

Selain ada aplikasi game, ada juga aplikasi yang bersifat edukasi (pendidikan) seperti aplikasi latihan berhitung, dll. Anda bisa mencarinya di Play Store.

Orang tua disarankan mengatur settingan smartphone sehingga lebih bersahabat dengan anak. Lalu instal aplikasi yang bersifat edukasi, carilah aplikasi yang bagus untuk dimainkan anak.

Batasi Screen Time

IDAI merekomendasikan screen time (waktu yang dihabiskan anak di depan layar kaca) yaitu maksimal sekitar 2 jam dalam sehari.

Sebagai pemberitahuan, yang dimaksud dengan screen time ini tidak hanya tentang penggunaan smartphone, tapi juga termasuk menonton televisi, bermain playstation dan semacamnya.

Para ahli mengatakan bahwa membatasi screen time ini sangat penting, dimana anak perlu melakukan aktivitas di luar ruang dan juga berinteraksi dengan orang-orang.

Dampak buruk berlebihan bermain gadget yaitu menimbulkan pengaruh buruk pada otak anak, membuat anak lamban dalam berpikir, dan anak kekurangan aktivitas fisik.

Cara Bill Gates Mengatur Anak dalam Menggunakan Gadget

Bill Gates yang merupakan salah satu orang terkaya di dunia, pemilik perusahaan Microsoft. Tentunya sangat tahu tentang teknologi.

Ternyata Bill Gates menerapkan aturan ketat tentang penggunaan gadget pada anak-anaknya. Bill Gates mempunyai tiga orang anak yang beranjak remaja, dimana anak-anaknya baru boleh memegang smartphone setelah memasuki usia 14 tahun.

Para ahli pendidikan anak membenarkan aturan yang dibuat oleh Bill Gates. Dimana banyak penelitian telah menemukan bahwa memberikan anak gadget pada usia dini menimbulkan dampak yang buruk pada diri anak.

Walaupun anak-anaknya pernah memprotes, tapi Bill Gates kekeuh pada aturannya. Aturan lainnya yaitu tidak diperbolehkan memegang ponsel saat makan.

Setelah anaknya memasuki usia 14 tahun, tetap masih ada aturan ketat yaitu membatasi screen time. Hal ini dilakukan agar anak-anak bisa menyediakan waktu lebih banyak bersama keluarga.

Dengan begitu hal ini tentunya akan membuka mata kita, dimana para pakar teknologi sendiri ternyata memberikan aturan ketat terhadap penggunaan gadget, yang jangan sampai anak-anaknya kecanduan atau berlebihan dalam bermain gadget.

Ini Dia 10 Manfaat Anak Bermain di Luar Ruangan

Mungkin ada perasaan khawatir saat anak bermain di luar rumah, hal ini wajar-wajar saja. Akan tetapi, hal ini bukan berarti menjadikan anak sering dikurung di dalam rumah.

Dimana ada banyak manfaat bermain bagi anak, khususnya di luar rumah. Jangan sampai anak dilarang untuk bermain di lapangan, bahkan dilarang hanya untuk menyiram tanaman di pekarangan rumah.

 Mungkin ada perasaan khawatir saat anak bermain di luar rumah 10 Manfaat Anak Bermain di Luar Ruangan
Photo: https://pxhere.com/en/photo/717650

Berikut manfaat bermain di luar ruangan untuk anak-anak:

1. Melatih Kemandirian Anak

Setiap anak tentunya mempunyai masa golden age (lima tahun pertama kehidupan anak), pada masa ini Anda bisa menemani anak bermain di luar, tapi anak harus dijaga dengan baik karena masih berumur lima tahun kebawah.

Pada masa golden age ini menjadi masa sangat penting dalam memaksimalkan proses tumbuh kembang anak.

Bermain di luar bagi anak sangat penting untuk perkembangan fisik, emosional, sosial dan intelektualnya.

Ajaklah anak bermain ke luar, hal ini meningkatkan kemandirian dan kepercayaan diri anak dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Selain itu meningkatkan kemampuan emosionalnya, dan anak akan berinteraksi dengan teman dan orang-orang di lingkungannya.

2. Merangsang Kreativitas Anak

Saat anak bermain di luar maka dririnya akan belajar untuk melakukan hal-hal secara spontan. Saat diluar anak akan melihat berbagai macam benda seperti batu, kayu, daun, dll.

Hal ini nantinya akan membuat anak terangsang untuk berpikir tentang benda-benda tersebut. Anak mungkin akan memanfaatkannya untuk bermain.

Berbagai benda yang ada diluar tersebut akan membuat kreativitas anak terangsang, selain juga merangsang kemampuan kognitif dan emosional.

Penelitian menyebutkan bahwa bermain di alam dapat secara efektif untuk mengasah kreativitas, inovasi dan imajinasi anak sejak dini.

Sehingga anak-anak yang sering diajak bermain diluar atau alam terbuka memiliki kemampuan lebih baik dalam berpikir, berinisiatif, memecahkan masalah, serta tidak mudah cemas dan takut.

Selain itu, jika anak bermain bersama teman-teman sebayanya di alam terbuka (misalnya program kegiatan pramuka) bermanfaat untuk mengasah kemampuan leadership anak.

3. Meningkatkan Mood Anak

Ajaklah anak bermain ke luar, terutama pada pagi hari yang indah. Dimana paparan sinar matahari sangat baik dan sehat untuk anak.

Selain itu jika tubuh terkena sinar matahari pagi akan mengaktifkan kelenjar pineal yang mendorong produksi serotonin di otak.

Hormon serotonin berfungsi untuk meningkatkan suasana hati, meredakan stres, membuat seseorang lebih bersemangat dan bergembira.

Anak yang sedang rewel, jika diajak ke luar ruangan dan terkena sinar matahari maka bisa memperbaiki suasana hatinya.

Para ilmuwan menjelaskan bahwa beraktivitas di luar ruangan (khususnya di alam) bisa secara efektif untuk menurunkan kadar hormon kortisol penyebab stres dan depresi.

4. Mengasah Keterampilan Sosial Anak

Bermain di luar akan mengasah keterampilan sosial anak, dimana saat anak bermain di luar rumah akan berjumpa dengan teman-teman sebayanya.

Orang tua perlu memotivasi anak untuk bermain di luar dengan teman seumurannya, anak akan mulai terlatih dan terbiasa untuk bekerjasama dengan orang lain, serta mengasah kemampuan problemsolving (pemecahan masalah).

Pengalaman bermain di luar akan melatih anak untuk lebih waspada dan disiplin. Hanya saja, orang tua tetap harus memonitor kemana saja anak bermain, jangan sampai anak terjatuh ke dalam pergaulan yang tidak baik.

5. Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Anak

Jika anak tidak pernah bergaul dengan temant-teman sebayanya di luar, maka anak akan cenderung pendiam dan pasif.

Pengalaman bergaul bersama teman-teman yang baik berguna untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi anak. Anak akan dapat dengan baik untuk berbicara atau menyampaikan pesan.

Bermain di luar akan membuat anak punya kesempatan untuk berekplorasi. Selain itu bermain di luar ruangan membuat anak bisa melepaskan emosinya, bergerak bebas dan menghilangkan rasa stres.

6. Meningkatkan Fungsi Otak yang Berkaitan dengan Prestasi Akademik Anak

Pada penelitian yang diterbitkan di dalam British Journal of Sports Medicine menemukan bahwa anak-anak yang memiliki aktivitas fisik di luar ruangan memiliki prestasi akademik yang lebih baik. Penelitian tersebut dilakukan pada siswa-siswi berumur 6-18 tahun.

Peneliti menjelaskan bahwa aktivitas fisik di luar ruangan bermanfaat untuk perkembangan otak anak.

Berikut manfaat lainnya dari mengajak anak bermain di luar ruangan:
  • Meningkatkan kemampuan sosial anak, dimana anak akan bertemu dengan orang-orang berbagai usia di luar rumah. 
  • Untuk pertumbuhan tulang anak, dan secara umum untuk pertumbuhan fisik anak. Dimana sinar matahari pagi dapat meningkatan vitamin D yang bermanfaat untuk perkembangan dan pertumbuhan tulang anak. 
  • Anak memiliki penglihatan yang lebih baik.
  • Mencegah anak mengalami stres dan depresi.

Inilah Bahaya Jika Bunda Membully Anak sendiri maupun anak orang lain

Tidak jarang ada bunda yang membanding-bandingkan anak sendiri dengan anak orang lain. Hal seperti ini hendaknya dihindari.

Misalnya membandingkan anak Anda dengan anak tetangga dalam hal prestasi sekolah, yang akhirnya orang tua membully anaknya sendiri tanda sadar.

bandingkan anak sendiri dengan anak orang lain Inilah Bahaya Jika Bunda Membully Anak
Photo: Pixabay.com

Contoh lainnya yaitu mengatakan anak pemalas, lalu dibandingkan dengan anak tetangga yang rajn belajar. Jikapun ingin memotivasi anak rajin belajar hendaknya dengan cara yang benar dan tanpa membully anak.

Seorang anak merasa sangat tidak nyaman jika dibanding-bandingkan. Jika telalu sering maka anak akan merasa tidak dicintai orang tuanya, hal ini sangat berbahaya terhdap perkembangan kejiwaan anak.

Sering membully anak menyebabkan anak akan tumbuh menjadi sosok yang tidak percaya diri dan juga takut untuk berbuat sesuatu.

Sehingga dapat dikatakan membully adalah hal yang sangat ditakuti anak.

Dimana yang namanya anak-anak kemampuannya masih serba terbatas, belum mandiri dan belum banyak mengetahui sesuatu. Terkadang dalam keadaan emosi, orang tua dengan enaknya merendahkan keberadaan anak.

Contoh merendahkan anak yaitu mengatakan gambarnya jelek atau tidak bisa menggambar. Dan hal-hal semacamnya.

Terkadang masalah ekonomi mempengaruhi keharmonisan keluarga, sehingga seringkali yang menjadi sasaran emosi adalah anak-anak yang masih lemah.

Oleh karena itu, ingatlah bahwa kehadiran anak sebagai pelengkap keluarga, penerus generasi, serta harapan dan kebanggaan orang tua, bukan untuk disakiti dan direndahkan.

Bahaya dari Membully Anak

Jika anak sering dibully oleh orang tuanya maka hal ini menyebabkan anak merasa tidak disayang, yang kemudian anak pun membenci dan tidak menghormati orang tuanya.

Segala perintah orang tua akan dilalaikan oleh sang anak. Setiap perkataan orang tua tidak didengarkan secara serius oleh anak.

Bahaya lainnya bullying terhadap anak:
  • Anak mengalami tekanan berat, rasa gelisah, depresi dan gangguan tidur. Dampak buruk ini beresiko bisa terbawa hingga dewasa.
  • Munculnya rasa tidak aman saat berada di lingkungan sekolah.
  • Gangguan belajar dan penurunan konsentrasi karena rasa cemas.
  • Mudah mengalami sakit kepala, ketegangan otot ataupun sakit perut.
  • Secara umum, anak-anak korban bullying terkena masalah kesehatan fisik dan mental.
  • Anak-anak korban bullying menunjukkan sifat kekerasan (kejadiannya tergolong langka).

Beberapa contoh perkataan membully anak:

“Dia aja yang masih kecil bisa melakukan itu, kok kamu enggak bisa, payah banget sih?”

“Masa Kamu begini aja nggak bisa”

“Kamu itu masih bau kencur, gak tau apa-apa”

 “Lihat dong dia, dia kalem banget, lah kamu nggak bisa diem seperti anak autis”

“Kamu itu biasanya apa sih? Gak ada yang kamu bisa!!

“Kamu harusnya pinter seperti si dia, begini aja ga paham-paham”

“Kamu badannya kerempeng banget sih, gak kaya dia yang badannya berisi”

Nasehat untuk Orang tua yang Sering Membully Anak

Perlu diketahui bahwasanya setiap anak itu unik, memiliki kelebihannya masing-masing. Sehingga ketika anak lemah terhadap suatu hal, namun pasti memiliki kelebihan dalam hal lainnya.

Jangan paksa anak untuk harus bisa seperti anak lainnya, lebih baik orang tua mencari tahu potensi apa yang dimliki anak lalu mengembangkannya.

Selain itu, jangan paksa anak menjadi sosok yang sempurna. Seseorang itu tidak perlu sempurna.

Seringkali orang tua mencela anak karena terlalu tinggi ekspetasinya terhadap anak, dimana memaksa anak untuk bisa segala hal.

Hal yang sangat penting, masing-masing dari orang tua maupun anak harusnya saling menghargai.

Jika orang tua ingin dihormati anak maka orang tua harusnya juga menghargai anak.

Cara Jitu dan ampuh Mengembangkan Bakat Anak Sejak Dini

Untuk mengetahui bakat anak maka orang tua bisa melihat dari apa yang disukai anak (hobi anak), atau pada bidang apa yang anak cenderung padanya.

Hal yang harus dilakukan orang tua adalah mengetahui dan mengenali bakat anak, kalau bisa sejak dini sehingga bakat anak bisa terasah secara optimal.

 Untuk mengetahui bakat anak maka orang tua bisa melihat dari apa yang disukai anak  Cara Mengembangkan Bakat Anak Sejak Dini
Photo: https://pxhere.com/en/photo/621562

Beberapa hal yang mempengaruhi perkembangan bakat anak yaitu:
  • Seberapa besar motivasi yang diberikan pada anak untuk mengembangkan bakatnya.
  • Kondisi lingkungan tempat anak berada (seperti sekolah, keluarga, tempat bermain, dll).
  • Faktor genetik dan fungsi otak yang lebih dominan pada anak.
  • Faktor kepribadian, dimana setiap anak punya kepribadian yang berbeda-beda sehingga menjadikan anak pribadi yang unik.
  • Kondisi emosi anak, dan besarnya tingkat optimis pada jiwa anak.

Berikan Anak Fasilitas yang Dibutuhkannya

Agar bakat anak berkembang dengan baik maka orang tua perlu menyediakan fasilitas untuk menunjang bakat anak. Tidak perlu fasilitas yang mewah, yang penting fasilitas tersebut sesuai dengan apa yang dibutuhkan anak.

Jika anak dari kecil terlihat suka menggambar, maka berikan dia kertas kosong untuk main corat-coret.

Jika anak suka bermain sepak bola, maka pastikan anak mendapatkan bola dan lahan untuknya bermain.

Lalu orang tua bisa membawa anak berkunjung ke tempat-tempat yang sesuai dengan minat/bakat anak.

Sebagai contoh, jika anak suka dengan cerita, sejarah dan semacamnya, maka orang tua tampaknya harus mengenalkan anak dengan perpustakaan dan museum.

Apabila anak hobi olahraga, maka orang tua disarankan untuk membawa anak pergi ke gedung atau fasilitas olahraga.

Jika anak suka dengan tanaman atau menanam tumbuhan, maka orang tua bisa mengajak anak ke tempat pertanian ataupun tempat-tempat yang barkaitan dengan ilmu pertanian/tumbuhan.

Berikan Anak Respon

Anak-anak umumnya suka mencari perhatian. Sehingga Anda bisa membuat anak-anak lebih bersemangat dengan cara memberikan respon dan pujian pada anak.

Anak-anak akan sangat senang jika memperoleh tanggapan dan pujian dari orang dewasa (khususnya orang tuanya).

Jika anak bertanya tentang hal-hal mengenai hobinya maka jawab dengan serius. Saat anak bercerita tentang kegiatan/hobinya maka dengarkan dengan baik.

Motivasi Anak

Jangan sampai semangat anak menurun dalam mengembangkan bakatnya, disinilah pentingnya peran orang tua untuk selalu berada disisi anak dan memberikan semangat.

Salah satu cara ampuh memotivasi anak yaitu dengan mengiming-imingi hadiah spesial pada anak.

Selain itu tanamkan sifat-sifat positif pada anak seperti sifat pantang menyerah, tekun, disiplin, dan semacamnya.

Hal Lainnya

Agar orang tua dapat lebih mudah untuk mengetahui bakat anak, maka ikutkan anak pada kegiatan ekstrakulikuler atau jenis-jenis kegiatan semacamnya.

Tawarkan suatu kegiatan pada anak, jika anak menolak maka dengarkan baik-baik apa alasannya. Sehingga orang tua bisa mengatasi persoalan yang ada.

Jika anak merasa takut untuk mencoba hal-hal baru, maka disinilah peran penting orang tua sebagai “motivator” bagi anaknya.

Sejak dini, orang tua hendaknya mengajak anak (bukan memaksa) untuk melakukan hal-hal baru. Hal ini penting untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak.

Berikan kebebasan pada anak untuk memilih, terlalu memaksa adalah hal yang kurang bijak karena membuat anak merasa tertekan. Berikan keleluasaan anak untuk memilih yang disukainya.

Jika anak bermalas-malasan maka katakan pada anak bahwa itu pilihannya sendiri. Hal ini untuk mendorong anak bertanggung jawab terhadap pilihannya sendiri.

Selain itu, orang tua perlu memberikan kesempatan pada anak untuk mandiri dan melakukan sesuatu sendiri (tentunya sesuatu yang sesuai kemampuannya).

Cara Sederhana Mengajarkan Anak Agar Disiplin &Tanggung Jawab

Mengajarkan disiplin pada anak membutuhkan waktu. Disiplin adalah hal yang harus diajarkan pada anak sejak dini.

Tentunya orang tua perlu mengingatkan anak saat melakukan kesalahan. Selain itu, ajari anak untuk datang menghampiri ketika dipanggil orang tuanya.

 Mengajarkan disiplin pada anak membutuhkan waktu Cara Mengajarkan Anak Agar Disiplin & Tanggung Jawab
Photo credit: Flickr.com / tup wanders

Ketika anak dipanggil, anak tidak boleh berteriak “Apa?” dari jauh, itu tidak sopan. Anak harus datang kepada orangtua, lalu berbicara dengan orang tua dari dekat.

Berikan anak rutinitas yang jelas yang dimulai dari pagi hari. Contohnya anak harus bersiap-siap dan sarapan tepat pukul 6:00. Hal ini harus selalu dilakukan pada pagi hari, yang nantinya akan melatih anak untuk disiplin.

Agar anak bisa disiplin maka perlu adanya kesepakatan bersama antara orang tua dan anak. Biarkan anak berbicara untuk membantu Anda dalam membuat aturan. Sehingga anak akan lebih cenderung untuk mematuhi peraturan yang ditetapkan bersama.

Berikan Anak Kegiatan yang bisa Melatih Disiplin

Berikan anak kegiatan yang dapat melatih kedisiplinan dan kemandiriannya. Beberapa kegiatan yang bisa menjadi pilihan yaitu olahraga, membersihkan ruangan, bermain origami, belajar bahasa asing, dll.

Pujilah anak-anak ketika mereka berhasil menerapkan disiplin dalam diri mereka. Anda bisa memuji anak setelah melakukan tugas/kegiatannya.

Ajarkan juga anak tidur tepat waktu untuk mengajarkan disiplin diri. Tidur tepat waktu membutuhkan usaha, kontrol diri dan pola keteraturan. Sebelumnya minta anak agar menyiapkan hal-hal yang diperlukan besok untuk sekolahnya.

Berikan penyampaian/perkataan yang jelas pada anak. Contohnya, jam berapa Anda ingin anak Anda pulang ke rumah maka katakan “jam 12 siang”, bukannya mengatakan sesuatu yang kurang jelas seperti “Jangan terlambat.”

Berikan imbalan edukatif ketika anak berhasil menerapkan disiplin dalam hidupnya. Sehingga anak semakin bersemangat untuk menerapkan disiplin dalam dirinya.

Beberapa Contoh Disiplin yang Telah Diterapkan Para Ibu

Terdapat beberapa contoh yang dilakukan Ibu dalam melatih kedisiplinan anak sejak dini, walaupun terkesan cukup kejam.

Ada seorang Ibu yang ingin mendisiplinkan anaknya saat duduk di carseat. Sang Ibu tidak pernah mentoleransi anaknya yang rewel saat duduk di carseat. Sang Ibu memberikan aturan pada anaknya untuk tidak rewel sepanjang perjalanan.

Sebagai Ibu yang secara rutin mengantar-jemput anak ke sekolah dengan perjalanan sekitar 1 jam, maka saat anak menangis di perjalanan, sang Ibu ‘sanggup’ untuk mencueki anaknya yang menangis.

Adapun umumnya Ibu akan “terpaksa” menepi untuk mengikuti keinginan sang anak. Adapun Ibu yang satu ini membuat aturan bahwa anaknya harus duduk di carseat sepanjang perjalanan.

Disiplin tingkat tinggi ini dilakukan sang Ibu supaya anak tidak manja karena protesnya selalu diakomodasi.

Sang Ibu mengaku bahwa diawal-awal mungkin anak akan menangis, tapi setelah berjalannya waktu anak akan terlatih dan tidak lagi rewel saat di jalan.

Contoh lainnya, ada orang tua yang mengatur waktu bermain anak dengan gadget. Jika orang tua memberikan jatah waktu 30 menit pada anak untuk bermain gadget, maka itu harus dipatuhi anak.

Setelah 30 menit maka anak harus berhenti bermain gadget, dan beralih ke aktivitas lainnya yang berguna.

Metode Time-Out

Daripada bermain tangan pada anak (memukul), maka metode time-out lebih bagus untuk diterapkan dalam mendidik anak.

Metode time out ini cukup bagus tapi harus dilakukan dengan benar. Metode ini dilakukan untuk mendisiplinkan anak dengan waktu, dimana menyuruh anak diam menghadap tembok untuk merenungkan kesalahannya.

Lakukan metode time-out ini dalam kondisi tertentu yang mengharuskan, jangan terlalu sering karena akan hilang keefektifannya.

Selain metode time-out, pertimbangkan untuk menggunakan teknik mendisiplinkan yang bervariasi.

Saat menghukum anak dengan metode time-out, wajar jika anak merengek untuk meluluhkan hati orangtuanya, tapi hukuman tetap harus dijalanakan.

Jika orang tua luluh maka hukuman menjadi tidak efektif. Hukuman tetap harus dijalankan agar anak merenungkan kesalahannya dan memberi penekanan kepada anak agar jangan mengulangi kesalahannya.

Setelah hukuman time-out selesai, maka anak bisa kembali beraktivitas seperti biasanya. Jangan lagi mengungkit-ungkit kesalahan anak karena anak sudah menjalani hukuman sebagai tebusannya.